HILANGKAN PERASANGKA BURUK TERHADAP SESAMA

Hendaknya bagi kita semua untuk saling menyayangi, saling ne maaf Kab antara sesama dan saling berlapang dada. 


Bila ada suatu kabar miring tentang saudaranya, maka janganlah dia tergesa-gesa buruk sangka padanya, tetapi hendaknya dia mengecek kebenarannya terlebih dahulu karena betapa banyak kabar yang ternyata hanya sekedar hoax semata, yang justru kerapkali meretakkan hubungan antara kita!

Rasulullah bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seorang dianggap berdusta apabila dia menceritakan setiap yang dia dengar” (HR. Muslim).

Dahulu dikatakan:

وَمَا آفَةُ الأَخْبَارِ إِلاَّ رُوَاتُهَا

"Tidaklah kecacatan sebuah kabar kecuali dari penukilnya."

Hati-hatilah dari prasangka buruk kepada saudaramu, karena itu hanyalah akan menambah tabungan dosa bagi dirimu.

Bakr Al-Muzani pernah berkata:

 إياك من كلام ما إن أصبت فيه لم تؤجر وإن أخطأت وزرت وذلك سوء الظن بأخيك

"Waspadalah dari ucapan yang jika kamu benar kamu tidak diberi pahala,  dan jika kamu salah kamu akan berdosa,  yaitu prasangka buruk kepada saudaramu." (Ibnu Sa'ad dalam At Thobaqot'_ 7/209).

Maka selagi bisa berbaik sangkalah kepada saudaramu.

Amirul Mukminin (Umar bin Khaththab) berkata:

"لا تظنن بكلمة خرجت من أخيك إلا خيراً وأنت تجد لها في الخير محملاً"

"Janganlah engkau menyangka jelek suatu kalimat yang keluar dari saudaramu muslim sedangkan engkau masih bisa mendapatkan ruang kebaikan dalam memahaminya." (Ibnu Abi Dunya dalam _'Mudarotun_ _Naas,'_: 45 dan 'Al Mahamili' dalam _'Al Amaali_: 447).

Pernah juga Yunus bin 'Ubaid terkena musibah dengan  meninggal dunia anaknya.
Suatu saat, ada seorang mengatakan padanya:
_"Sahabatmu Ibnu 'Aun tidak datang bertakziyah untukmu",_
maka beliau menjawab:

إنا إذا وثقنا بمودة أخينا لم يضرنا ألا يأتينا»

"Jika kita telah menjalin persaudaran dengan saudara kita dengan kuat,  maka tidak masalah jika dia tidak datang pada kita." (Al-'Uzlah'_ karya
Al- Khothobi, _'Ash_ _Shodaqoh wa Shodiq'_ hlm.  38 karya Ibnu Abi Dunya).

Kewajiban bagi kita untuk mengedepankan husnu dzhon (baik sangka) kepada saudara,  lebih-lebih para ustadz atau da'i,  apalagi pada zaman sekarang,  zaman medsos yang dengan mudah tangan-tangan mengadu domba dan menebar benih perpecahan.

"Ya Allah,  beningkanlah hati kami dan jagalah ukhuwwah kami." Aamiin.

0 Response to "HILANGKAN PERASANGKA BURUK TERHADAP SESAMA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel